Seandainya kamu mampu menangkap paham, bagaimana rasanya menatapi
dua bola mata meski ia dipandang sebelah
saja, bagaimana rasanya memeluk hangat tubuh yang sebenarnya ia tidak butuh, bagaimana
rasanya menampakan diri dengan sejelas-jelasnya meski selalu disembunyikan
sesembunyi-sembunyinya?
Seandainya kamu mampu menangkap pikir, bagaimana rasanya
mengejar sesuatu yang terlalu laju
berlari, bagaimana rasanya menggapai sesuatu yang terlalu tinggi, bagaimana
rasanya berusaha setengah mati meski perih dalam hati, bagaimana rasanya
mentabahkan diri-sendiri meski melatih sabar setiap hari, dan bagaimana rasanya
mengedepankan meski sendirinya di posisi ke-sekian.
Seandainaya kamu mampu menangkap nalar, bagaimana rasanya
bersetia kepada seorang pemain perasaan, bagaimana rasanya menjaga tingkah laku
untuk yang sesuka perasa, dan bagaimana
rasanya berjuang mati-matian dan tetap saja tersingkirkan?
Dan seandainya kamu mampu menangkap sebab-akibat. Bahwa pada
saatnya saya telah lelah bercampur sedikit marah. Bahwa pada masanya rasa kesal melerah menjadi kecewa
yang sangat parah. Bahwa pada akhirnya hati saya benar-benar patah dan pada
akhirnya benar-benar menyerah. Pasrah...
Lalu sendainya kamu mampu menangkap alasan-alasan sebelum
hanya bisa menyalahkan saya? bila pada akhirnya saya memilih membaharui
perasaan? bila pada akhirnya saya memilih angkat kaki, memilih pergi. Bila pada
akhirnya saya memilih yang baru, memilih cinta yang lebih menggebu? Harap jelaskan
dengan rinci terletak di bagian manakah kesalahan saya? Jelaskan landasan atas
pernyataan bahwa saya adalah pemenang dari permainan yang kamu buat sendiri? Jelaskan
kalimat yang kamu nyatakan bahwa kamu telah saya kalahkan? Bukankah kamu yang
memerangi saya setiap hari? Hingga luka-luka yang tak terhitungi jari. Lalu
kenapa saya disalahkan? Saya terkalahi, oleh sebab itu saya menepi. Kamu yang
menang, lalu kenapa menjadi berang?
Dan seandainya semua cerita ini tak pernah terjadi, tak akan
ada yang datang, tak akan ada yang pergi. Seandainya cerita ini bisa saya aluri
sendiri, tak akan ada yang benci, tak akan ada yang mencari-cari. Seandainya cerita ini dapat saya pilah dan pilih, tak
akan ada yang tersakiti, tak akan ada yang menyimpan perih. Seandainya cerita
ini dapat saya hapus dan ganti, bahkan setelah tulisan ini jadi...
No comments:
Post a Comment