Hujan dan dongeng telah menjadi satu kesatuan dalam sejarah
beberapa tulisan saya. Hujan yang lihai mengundang atau saya yang terlalu
sentimentil terhadap suasananya?.
Seperti yang kamu katakan, rindu itu pandai pulang dengan
sendirinya, ia pandai kembali pada waktu kapan ia butuh pulang, dan pandai melayang
dan hilang. Tapi satu yang kamu harus tau, bahwa hati saya bukan tempat rindumu
datang dan hilang.
Kita berdua, adalah garis pada sebuah lingkaran yang tak
pernah bertemu. Satu diantara kita sibuk mencari ujung, dan satunya lagi sibuk
mencari pangkal. Meski saya tau, lingkaran tak memiliki ujung pangkal. Kita
berdua, adalah dua hati yang satu diantaranya berusaha membuang, dan satunya
lagi memungut. Kita berdua, adalah dua jiwa yang kurang memahami dirinya
masing-masing.
Saya tidak bisa mengatakan bahwa kamu salah, bahwa saya ini
perempuan yang justru lebih perasa, lebih butuh perhatian, lebih ingin dimanja.
Tapi saya juga tidak bisa menyalahkan diri saya sendiri, bahwa kamu lelah
dengan dunia keseharian kamu sehingga menganggap rindu saya sepele, menganggap
bahwa rindu saya ini hanya akibat dari kurangnya sosialisasi sehingga berfikir
sempit. Saya tidak bisa salahkan saya dan kamu.
Tapi tenang saja, karena saya terlalu mencintai kamu, maka
saya coba memenuhi cita-citamu untuk membuat sebuah jarak yang lebih jauh di
antara kita. Tapi, jika saya membuat terlalu jauh, maka ikhlaslah...
Jangan berusaha untuk terlalu paham, karena ini hanyalah sebuah dongeng.
No comments:
Post a Comment