Malam ini hanya terdengar bunyi rintik-rintik hujan. Rintik dari langit
dan rintik dari mata saya. Malam ini tak sehangat hembusan nafas saya, tak
setenang lampu remang-remang di kamar saya. Malam ini, saya kembali bercerita...
Harus berapa kali saya beri pemahaman kepada hati saya yang
tak juga bisa paham? harus berapa tulisan yang harus saya cipatakan untuk
membuat saya sadar dan mengerti? dan harus berapa kejanggalan yang akan membuat saya benar-benar berhenti?
Tidak pernah saya temui, tidak pernah saya dapatkan, dan tidak
juga pernah saya rasakan. Sebuah keikhlasan dari hati yang saya paksa, dari
hati yang ada hanya karena terbiasa.
Saya akan segera berhentikan dan matikan. Kelelahan yang
keterlaluan ini membuat saya sedikit bisa membaca, sedalam apapun saya
menjangkau, tidak akan pernah bisa saya menyentuh hati kamu, sebesar apapun
saya berusaha, tetap akan kosong tak bernilai apa-apa.
Maka lebih baik kamu pergi, cari saja tempat yang lebih tepat untukmu bisa bertulus ikhlas. Maka saya juga akan pergi, menarik selimut menuju mimpi di pagi yang masih terlalu awal ini, walau menjadi yang kau tinggalkan, walau hanya akan menjadi sebuah
kenang-kenangan.
No comments:
Post a Comment