Thursday, December 12, 2013

Bantal Kuyup

Di luar hujan lagi, di sini merenung lagi.

Saya hanya punya sebuah bantal kuyup untuk diajak bercerita. Saya coba bertanya, saya salah lagi ya? Apa saya membuat ulah lagi? saya membuat dia marah lagi?

Kamu yang lelah? atau saya yang terlalu lemah? atau mungkin hati kita yang sama-sama sedang patah, lalu semakin parah?
                        
Maaf atas kekurangpahaman saya bahwa urusan kita bukan hanya antara saya dan kamu. Kita juga punya urusan masing-masing, kamu tidak setiap saat butuh saya, kamu juga butuh istirahat, butuh teman,  butuh kesendirian, butuh kesunyian. Dan saya juga seharusnya tahu diri atas itu. Maka sekarang, jalani apa yang kamu mau, cipatakan ketenangan yang memang kamu cita-citakan.

Namun apabila suatu saat kamu merindukan bagaimana rasanya diganggu pada saat tidur, diganggu pada waktu istirahat, diganggu oleh kecengengan saya dan diganggu pada tiap-tiap malam menjelang tidur. Jangan pernah cari saya pada saat itu, sebab saya sudah tidak mau menggangu, dan sudah tidak mau tahu.


Terimakasih bantal kuyup, meski mati kamu adalah pendengar yang baik dibanding ia yang hidup tapi ketus lebih parah dari benda mati.

No comments:

Post a Comment