Saya adalah pengepak sayap yang kedinginan di kepanasan, dan
kesepian di keramaian.
Saya adalah pengepak sayap yang mondar dan mandir mencari
tujuan, pulang dan pergi mencari tempat yang saya tuju.
Saya adalah pengepak sayap yang pucat dan layu.
Saya adalah pengepak sayap yang kelelahan.
Kamu, bisakah sejenak bantu saya melupakan kepedihan dan
kekejaman dunia yang kadang-kadang membanting pikiran saya, bukan membawa saya berlari
pergi tapi membantu saya sejenak melupakan beban yang semakin berdiri tinggi di
pundak saya, melupakan cacian-cacian yang rutin terputar di telinga, melupakan
kebencian-kebencian yang meluap-luap di hati, dan sejenak melupakan cinta yang terlalu menyakitkan.
Kamu, bisakah beritahu saya dimana harus saya titipkan
sayap-sayap ini? lalu biarkan saya duduk
sebentar mengeringkan keringat sambil membaca novel tentang cinta happy ending
Kamu, bisakah pinjamkan pada saya pundak yang bersedia
disandari, dan pinjamkan pada saya sebentar hati yang tulus berakasih sayang. Saya
ingin tenang, saya ingin damai, saya ingin aman, dipeluk, disayang dan merasa dibutuhkan.
Tak perlu lama, cukup semenit saja.
Setelalah itu, ambil saja yang saya pinjam dan kembalikan
yang saya punya. Setelah itu, izinkan saya berterima kasih. Setelah itu pergi saja tanpa pesan, tak mengapa. Setelah itu, saya akan menerbang jauhkan diri dari
kisah-kisah khayalan saya ini. Sampai bertemu kembali di episode berikutnya, sampai bertemu kembali di ujung simpang siur.
No comments:
Post a Comment