Friday, November 15, 2013

Di Ujung Simpang Siur

Saya adalah pengepak sayap yang kedinginan di kepanasan, dan kesepian di keramaian.

Saya adalah pengepak sayap yang mondar dan mandir mencari tujuan, pulang dan pergi mencari tempat yang saya tuju.

Saya adalah pengepak sayap yang pucat dan layu.

Saya adalah pengepak sayap yang kelelahan.

Kamu, bisakah sejenak bantu saya melupakan kepedihan dan kekejaman dunia yang kadang-kadang membanting pikiran saya, bukan membawa saya berlari pergi tapi membantu saya sejenak melupakan beban yang semakin berdiri tinggi di pundak saya, melupakan cacian-cacian yang rutin terputar di telinga, melupakan kebencian-kebencian yang meluap-luap di hati, dan sejenak  melupakan cinta yang terlalu menyakitkan.

Kamu, bisakah beritahu saya dimana harus saya titipkan sayap-sayap ini?  lalu biarkan saya duduk sebentar mengeringkan keringat sambil membaca novel tentang cinta happy ending

Kamu, bisakah pinjamkan pada saya pundak yang bersedia disandari, dan pinjamkan pada saya sebentar hati yang tulus berakasih sayang. Saya ingin tenang, saya ingin damai, saya ingin aman, dipeluk, disayang dan merasa dibutuhkan. Tak perlu lama, cukup semenit saja.


Setelalah itu, ambil saja yang saya pinjam dan kembalikan yang saya punya. Setelah itu, izinkan saya berterima kasih. Setelah itu  pergi saja tanpa pesan,  tak mengapa. Setelah itu,  saya akan menerbang jauhkan diri dari kisah-kisah khayalan saya ini. Sampai bertemu kembali di episode berikutnya,  sampai bertemu kembali di ujung simpang siur.

No comments:

Post a Comment