Labels
- bruntusan natasha (1)
- Culture (2)
- Education (5)
- Family (2)
- korban natasha (1)
- natasha pontianak (1)
- natasha skin care (1)
- Quotes (3)
- review natasha (1)
- Story (52)
- wajah bruntusan (1)
Tuesday, February 12, 2013
Jatuh
Mereka bilang aku harus hati-hati dalam menjalani hidup agar tidak jatuh, karena kata mereka jatuh itu kejam, jatuh itu menyakitkan, melukai, dan menorehkan darah. Tapi selintas aku menghapus kalimat mereka, ketika aku sendiri merasakan jatuh. Jatuh yang tidak sakit, tidak berdarah, tidak terluka, dan itu adalah ketika aku jatuh cinta.
Kali ini aku kalah, sepasang mata mengalihkan konsentrasiku dalam menapaki bumi ini. Lawan! iku tidak ingin melawan, aku sendiri membiarkanku mengarus ke arahmu. Aku kalah, aku berhasil ditakhlukan hanya dengan sepasang mata, seolah semua itu baru saja terjadi, seolah semua itu baru saja berlalu.
Laku yang agung, tutur yang lembut, dan yang terpenting mampu memahami, paham dengan masaku, dengan waktuku saat aku berada pada sejuta arah disekelilingku, dan paham bagaimana aku ingin diperlakukan. Kau nyaris sempurna.
Jika alasan aku jatuh ada padamu maka akulah udara yang menghempas dan kaulah muaraku terhempas. Aku ingin selalu jatuh disitu, selalu berada ditempat itu, tempatmu, di hatimu. Jangan pernah bangkitan aku dari tempat teristimewa itu, cukup kau hidupkan dan temani aku disana. Kunci saja hatimu bila perlu, jangan biarkan mereka mengikuti jejakku dan ikut jatuh ke tempat ini. Aku mecintai tempat ini, izinkan aku tuk mengabadi disini, hidup disini, bersama detakmu, darahmu, nadimu, dan semua tentangmu.
Kau sudah membaca daftar panjang mimpiku? Apakah terlalu banyak? terlalu maya? terlalu rumit? Atau mungkin terlalu seperti coretan seorang anak kecil?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment