Entah darimana sebaiknya aku harus memulai, dari bait pertamakah? dari tengahkah? atau dari mana saja hatiku mau.
Hidupku disini dan hidupmu disana, meski sebenarnya kau lebih banyak menghabiskan waktu di anganku dan aku banyak menghabiskan waktu untuk menggapai itu.
Ini bukan puisi, bukan pula drama apalagi dongeng. Ini cerita tentang aku dan apa yang ingin kugapai.
Teh manisku tampaknya semakin mencokelat membaur dengan gula yang semakin larut tak menampakkan rupanya. Seperti halnya kau, tak tampak, tapi terasa, bukan menghilang tapi telah membaur di anganku. Aku ada disini, di samping anganku, disampingmu dan berusaha menggapai itu.
Harapanku memang tak satu, ada pula yang semu. Tapi semuanya pasti ada kamu dibalik alasan itu. Aku ingin menyatu di hidupmu, hidup di hatimu, dan menjadi satu-satunya di sana. Aku ingin menjadi alasan kamu untuk melaju meninggalkan kesia-siaan
-----||-----
Lalu setelah ini bagaimana? Kau akan mengarah padaku ataukah membalikan arahmu?

No comments:
Post a Comment