Sunday, February 10, 2013

Pewatak Setan

Mungkin mereka bertanya-tanya apa maksud dari judul yang saya tuliskan di atas sana? Atau mungkin satu diantara kalian menerka-nerka? Tak usah jauh, huruf-huruf yang saya tuliskan disini saja tampak bingung dan bahkan sangat tidak mengerti.

Meski saya hidup di dunia ini baru lebih dari satu dasawarsa, tapi saya menyadari, saya melihat sekitar yang begitu kejam, sekitar yang begitu panas menghadapi teriknya sang surya, sekitar yang penuh badai hujan dan debu, sekitar yang terkadang menyeramkan dengan bibir-bibir bualan yang semakin tak dapat terhitung jenis dan jumlahnya.

Bahkan untuk lelahpun rasanya tidak mampu untuk saya sampaikan. Nafas saya mengerti, jemaripun paham, tapi tidak pada mereka. Padahal ketiganya selalu bersama saya. Mereka memang hidup di depan mata saya, tapi tidak pada saat saya berkedip, mereka mati, mencaci, memaki, mereka mencabik hati saya dari belakang. Mereka kejam, mereka menghancurkan hati saya.

Berhenti menancapkan mata pisau di belakang saya, saya sakit, punggung saya tak sekuat itu. Berhenti pula bermuka manis di depan saya, berhenti meludahi ucapan-ucapan saya. Kemari!!! dan perlihatkan rupamu, tancapkan saja pisau di wajahku, cabik! bila perlu! ludahi biar kau senang, tatap mataku! katakan kau membenciku! buktikan kau bukan seorang pecundang! Berlaku setanlah di depanku,  agar aku bisa melihat bagaimana bentuk nyata seorang pewatak setan.

Saya terkhianat, saya terkhianat...!!!


Pembawa bahagia tapi penancap luka, indah tapi lebih dari buruk, teman tapi berkhianat....


No comments:

Post a Comment