Detikku dan detikmu sama. Mereka sama-sama berdetik, berlomba memutar waktu menuju saat dimana kita bisa bertatap. Uratku dan uratmu sama, mereka sama-sama berdetak menghitung berapa lama lagi mereka bisa berdetak bersama? Darahku dan darahmu sama, mereka keduanya mengalir cepat layaknya aku yang terburu-buru menghabiskan hariku tanpamu. Aku, dan kamu sama, kita keduanya sama-sama membutuhkan pertemuan.
Meski terkadang amarah seringkali singgah menawariku, meski tak jarang akupun mencicipinya, meski rasa curiga semakin meraja di sisi negatifku, meski tak jarang akupun sering menuduhmu, meski ego menjadi kepala berita disetiap tulisan-tulisan di buku harianku, meski terkadang aku menghujan banjirkan air mata, tapi yakinlah, aku bahagia bersamamu, aku hanya rindu kamu, aku hanya butuh kamu disini.
Aku cemburu pada setiap mereka yang bisa senantiasa bersama, aku cemburu pada waktu yang setiap saat menemanimu, aku butuh kamu, aku sangat butuh kamu disini.
Maka Tuhan, ajak aku bicara, ajari aku tentang banyak hal, ajarkan padaku bagaimana menjadi manusia yang tak banyak mengeluh, ajarkan padaku bagaimana memaknai rentangan jarak kami, ajarkan padaku bagaimana menyampaikan amarah dengan anggun, ajarkan padaku bagaimana berkomunikasi lewat hati, ajarkan padaku bagaimana mempercepat waktu, ajarkan padaku meyakinkan diri sendiri, dan Tuhan, tolong ajarkan padaku bagaimana agar permintaanku padamu bisa kau dengar.

No comments:
Post a Comment