Sunday, July 29, 2012

About Eight Four Ten

Aku melihat susuatu yang indah, sesuatu yang berharga, namun bukan sesuatu yang baru kutemui, aku melihat kamu disana, dan  melihat aku disini terjebak kisah masa lalu, kisahku denganmu..

Sorot matamu mengheningkan deburan aliran darah di tubuhku, mendiamkan suara detak-detak nadi yang serupa jarum jam.
Kau membuatku terdiam, terhanyut sejenak dalam dua bola mata yang membuatku tak mampu berkedip mata. Seolah semua itu baru saja terjadi, seolah semua itu baru saja berlalu.

Kau begitu indah, kau begitu kukagumi, dan kau.. ah, aku telah jatuh cinta..
aku jatuh cinta pada masa laluku atau lebih tepatnya aku masih cinta pada masa laluku.

Selintas memang terlihat sama, selintas tak ada yang berbeda, namun aku harus jeli bahwa dulu takkan ada lagi disini, dulu telah hilang, dulu telah pulang, dan bahwa cintamu tak ada lagi.

Lalu masih pantaskah aku menuliskan tentangmu? masih pantaskah aku membuka cerita tentangmu, masih pantaskah aku memberitahu pada setiap insan siapa yang kumaksud dalam tulisan ini? masih pantaskah aku menyimpanmu? pantaskah jika aku demikian? masih pantaskah?

Tuhan, bisakah kau mendengarku? bisakah kau menjawabku? Tolong Tuhan, bukakan matanya, pandangkan betapa ia kucintai, bukakan hatinya sadarkan dia akulah yang sejati, bukakan telapak tangannya dan peluk aku, kembali pada kisah yang terkesan telah hilang.

Dan Tuhan, tak perlu kau jawab pertanyaanku malam ini. Karena mungkin, permohonanku akan berubah besok pagi.


No comments:

Post a Comment