Banyak orang bilang saat kita jatuh cinta, "ta*k kucing pun
rasa coklat". Sekarang saya katakan dengan lantang "saat kita
patah hati, coklat selezat cadburry pun rasa ta*k kucing" (meskipun gak pernah
jugasih ngerasain ta*k kucing).
Saya bukan manusia harimau atau bahkan manusia serigala,
saya cuma manusia biasa dan pasti pernah merasakan kebimbangan, antara maju
atau mundur, antara ke kiri atau kanan, yang sering dikenal dengan kata “galau”.
Penyebab tersering saya galau paling-paling karena uang bulanan menipis, atau
galau karena tugas kuliah, simple ajasih tapi kalau galau serumit patah hati
itu udah lamaaaaa sekali, terakhir pas masih seragam abu-abulah. Patah hati? Saya
bahkan hampir lupa rasanya gimana, tapi saat saya sudah lupa saat itu pula si
setan mengingatkannya kembali, *sorry, I
mean mantan* saat itu pula keceriaan saya, keriangan saya berganti menjadi
amarahhhh, murungggg, tangisannnn yg menggema seluruh Indonesia, mirip tangisan
pada film ratapan anak tiri *hahhh
bayangkanlah kau. Itu diibaratkan musim panas ceria, berganti langit yang
selalu mendung dan hujan setiap harinya, iya kan ini Desember.
Hello Desember, selamat datang musim hujan. Ini juga salah,
kenapa harus patah hati pada saat musim hujan? Bangun tidur hujan *galauuuu,
mau tidur hujan *galauuuu, siang-siang hujan *yaaaa tidur sianglahhh. Tapi
memang benar, hujan pengundang galau. Mungkin karena kita gak bisa kemana-mana,
terlepet cantik di rumah jadi bawaannya galauuuu gitu. Atau karena feel
hujannya yang dingin mengundang. Jujur ajasih saya gak suka musim hujan, saya
lebih suka musim panas, biar orang yang keras kepala, keras hati, bisa mencair
dan bisa balikan *eh salah.
Balik lagi ke patah hati. Patah hati itu rasanya seperti....
ahhh pokoknya lebih menyakitkan dari cubitan mama waktu saya kecil, lebih
menggeramkan dari tugas yang setengah mati dikerjain tapi gak dinilai, lebih
mengenaskan dari korban mutilasi (stop, yang ini lebay). Intinya patah hati itu
gak enak, buka recent updates, beliau nongol ganti DP, bikin PM, *saya
galauuuu, buka path beliau nongol bercengkerama sama betina lain *saya galauuu,
buka galeri hp banyak foto beliau *saya galauuu, denger lagu, liriknya ngena
semua *saya galauuu, buka IG quote2nya nyinggung semua *saya galauuu. Apa
sebenarnya salah sayaaaa? Kemana harus saya sembunyikan diri saya yang rapuh
ini? Tolongggggggggg .... Tolongggggggg..... * don’t lebaying please
Ketika lagi galau lalu nulis kayak gini, saya berasa Bunda
Hana yang selalu mencurahkan isi hati lewat blog, hanya bedanya tulisan Bunda
Hana banyak yg baca, kalau tulisan saya mah cuma saya seorang yang mau baca. Mas Brammmmm? Kamu dimanaaaaaa? Mas Brammmmm
tolong telepon Bunda nanti malam, Bunda masih pakai nomer lamaaaa, Bunda kangennnn,
Bunda anu.... Bunda eeee... *SORRY INI KODE BESAR*
Okay, ini cuma sekedar iseng semata, apabila memiliki
kesamaan nama, tempat atau kejadian, saya beserta keluarga mngucapkan mohon maaaf lahir batin.
Jangan terlalu diseriusinlah tulisannya, namanya juga gurau.
Ahhh nanti serius juga ditinggalin *tuhkannn jangan dipancing makanyaaaa, busuk ati kauuuu.
Hehehehehe.
No comments:
Post a Comment