Monday, December 29, 2014

Hello Winter, Goodbye Er

Banyak orang bilang saat kita jatuh cinta, "ta*k kucing pun rasa coklat". Sekarang saya katakan dengan lantang "saat kita patah hati, coklat selezat cadburry pun rasa ta*k kucing" (meskipun gak pernah jugasih ngerasain ta*k kucing).

Saya bukan manusia harimau atau bahkan manusia serigala, saya cuma manusia biasa dan pasti pernah merasakan kebimbangan, antara maju atau mundur, antara ke kiri atau kanan, yang sering dikenal dengan kata “galau”. Penyebab tersering saya galau paling-paling karena uang bulanan menipis, atau galau karena tugas kuliah, simple ajasih tapi kalau galau serumit patah hati itu udah lamaaaaa sekali, terakhir pas masih seragam abu-abulah. Patah hati? Saya bahkan hampir lupa rasanya gimana, tapi saat saya sudah lupa saat itu pula si setan  mengingatkannya kembali, *sorry, I mean mantan* saat itu pula keceriaan saya, keriangan saya berganti menjadi amarahhhh, murungggg, tangisannnn yg menggema seluruh Indonesia, mirip tangisan  pada film ratapan anak tiri *hahhh bayangkanlah kau. Itu diibaratkan musim panas ceria, berganti langit yang selalu mendung dan hujan setiap harinya, iya kan ini Desember.

Hello Desember, selamat datang musim hujan. Ini juga salah, kenapa harus patah hati pada saat musim hujan? Bangun tidur hujan *galauuuu, mau tidur hujan *galauuuu, siang-siang hujan *yaaaa tidur sianglahhh. Tapi memang benar, hujan pengundang galau. Mungkin karena kita gak bisa kemana-mana, terlepet cantik di rumah jadi bawaannya galauuuu gitu. Atau karena feel hujannya yang dingin mengundang. Jujur ajasih saya gak suka musim hujan, saya lebih suka musim panas, biar orang yang keras kepala, keras hati, bisa mencair dan bisa balikan *eh salah.
Balik lagi ke patah hati. Patah hati itu rasanya seperti.... ahhh pokoknya lebih menyakitkan dari cubitan mama waktu saya kecil, lebih menggeramkan dari tugas yang setengah mati dikerjain tapi gak dinilai, lebih mengenaskan dari korban mutilasi (stop, yang ini lebay). Intinya patah hati itu gak enak, buka recent updates, beliau nongol ganti DP, bikin PM, *saya galauuuu, buka path beliau nongol bercengkerama sama betina lain *saya galauuu, buka galeri hp banyak foto beliau *saya galauuu, denger lagu, liriknya ngena semua *saya galauuu, buka IG quote2nya nyinggung semua *saya galauuu. Apa sebenarnya salah sayaaaa? Kemana harus saya sembunyikan diri saya yang rapuh ini? Tolongggggggggg .... Tolongggggggg..... * don’t lebaying please

Ketika lagi galau lalu nulis kayak gini, saya berasa Bunda Hana yang selalu mencurahkan isi hati lewat blog, hanya bedanya tulisan Bunda Hana banyak yg baca, kalau tulisan saya mah cuma saya seorang yang mau baca.  Mas Brammmmm? Kamu dimanaaaaaa? Mas Brammmmm tolong telepon Bunda nanti malam, Bunda masih pakai nomer lamaaaa, Bunda kangennnn, Bunda anu.... Bunda eeee... *SORRY INI KODE BESAR*

Okay, ini cuma sekedar iseng semata, apabila memiliki kesamaan nama, tempat atau kejadian, saya beserta keluarga mngucapkan mohon maaaf lahir batin.


Jangan terlalu diseriusinlah tulisannya, namanya juga gurau. Ahhh nanti serius juga ditinggalin *tuhkannn jangan dipancing makanyaaaa, busuk ati kauuuu.

Hehehehehe.

No comments:

Post a Comment