Tuesday, December 31, 2013

Hujan Desember

Duduk di bawah langit senja sendirian, menunggu fajar membenam dalam awan berkabut dan berselisih rintik-rintik hujan yang ramai datang di ujung Desember kali ini.

Hujan Desember ini, tidak mampu membantu saya mengeringkan luka yang  basah dan berdarah. Tidak tampak, namun ia ada, menutup diri dalam dada.

-----||-----

Ini tentang kisah pilu saya. Saya baru saja kehilangan tempat, tempat saya bercerita, berbagi rasa dan asa, tempat saya menenangkan diri, tempat saya mengadu, tempat saya bermanja, dan tempat saya beradu canda. Tidak hanya itu, bahkan saya juga kehilangan sebuah masa. Masa dimana saya sangat bahagia, tertawa lepas, merasa nyaman, merasa istemewa, dan merasa ada.

-----||-----

Rasanya tidak ada pekerjaan yang lebih menyakitkan dari mengubah kebiasaan tentang kita, menghapus peristiwa sederhana dalam cerita-cerita rutin yang kita catatkan setiap harinya. Sesederhana membangunkan kamu tidur. Walau seringkali saya salah waktu, kadang terlalu pagi dan membuat kamu kesal, kadang juga terlalu siang, kamu malah sudah siap berangkat. Sesederhana pesan singkat yang kamu dan saya sering saling mengirim walau sekedar ucapan “selamat pagi sayang”, “jangan lupa makan siang”,  dan sesederhana percakapkan manis  di ujung malam sebelum tidur, saling menceritakan rindunya masing-masing, walau kadang-kadang saya tahu kamu tidak betul-butul. Mungkin kamu tidak pernah merasa kehilangan ini.

Lalu bagaimana ketika semua itu menjadi sesuatu yang hanya dapat saya bayangkan rasanya, yang hanya dapat saya perkirakan dalam tutupan mata pada ketenangan malam. Sedikit demi sedikit kenangan-kenangan kita telah berpindah, terubah, hilang, dan terhapuskan, demi mengalihkan sampah-sampah dendam yang kadang-kadang meledak, berapi-api, lalu padam dengan sendirinya yang kemudian menjadi abu dan debu.  

-----||-----

Ego sedang menjuara di antara kita. Ia mengambil alih tempat dimana kenangan-kenangan kita tersusun rapi, lalu mengusir  mereka yang sebenarnya tidak benar-benar hilang. Mereka hanya pergi mencari tempat baru, pergi kemana saja kenangan-kenangan itu membawa dirinya, kemana? Mereka membenam dalam hati saya, hati saya sendiri. Jangan pernah curi mereka dari saya!.

No comments:

Post a Comment