Ini adalah salah satu malam dari sekian banyak malam bertema tak menyenangkan.
Diam, senyap, sesekali hanya terdengar isakan tangis yang tersedu-sedu
layaknya sebuah kebisingan bagi mereka yang mungkin mendengarkan.
Rasanya baru tadi malam saya kebingungan memulai paragraf sebuah cerita, dan malam ini saya kembali dibingungkan akan hal yang sama.
Kamu tidak bisa mengerti maksud saya? atau saya yang memang terlalu bodoh untuk mengerti maksud kamu?
Tak sekalipun saya meminta ini ataupun itu, hanya minta kamu sedikit bisa memahami saya, sedikit saja. Kalau bukan ke kamu lalu harus kepada siapa lagi?
Hal kecil memang, hal yang saya harapkan sesekali ketika saya butuh perhatian lebih. Hahahaha terus saja tertawakan, kemudian maki saya, iya saya labil, saya alay, saya anak kecil, saya tak sedewasa kamu, . Saya tau ini hanya hal kecil, tapi tetap tidak dapat saya mengerti mengapa kali ini membuat saya begitu hancur, kau menghancurkan hati saya, bertaburan. Kau mengganggu waktu istirahat saya, dan saya benci kamu.
Saya bukan untuk memintamu menjadi berlebih-lebihan, bukan minta untuk dipamerkan di sana-sini, saya hanya rindu diperlakukan istimewa, saya ingin dianggap, bahwa saya ini ada, bahwa kamu sayang sama saya. Saya rindu diperlakukan istimewaaaaaaaaaaaaaa 7**9!!!!!!!
Aaaaaaaaaaaaaaaa! capek! pusing!
Maaf, ini salah saya. Saya salah memuja.
cici udah banyak coret" di blog.. bagus" cerite nye (y)
ReplyDeleteHehe ade2 jak kakak :))
ReplyDelete