Rabu malam, sekitar pukul 18.20
Tidak ada bunyi jangkrik, tidak ada suara riuh anak-anak burung, hanya terdengar suara putaran kipas angin dan sebuah alunan lagu sendu yang terdengar samar-samar. Tidak ada pemandangan yang menarik, tetap seperti biasanya, ruang kecil dengan nuansa yang sedikit berantakan, hanya saja pemandangan raut wajah yang sedikit lebih kusut yang sesekali saya saksikan lewat cermin di depan saya, iya itu saya.
Bagaimana saya harus memulai cerita saya kali ini, cerita yang sudah lama saya pendam dan tahan, cerita yang seharusnya bisa saya alihkan dan abaikan, cerita tentang rasa sakit, tentang sesuatu yang menghenyakkan dada saya, tentang luka yang kembali berdarah.
TIDAK BISA SAYA TULISKAN. TIDAK INGIN SAYA SAMPAIKAN. TIDAK MAMPU SAYA KISAHKAN. TERLALU BANYAK. TERLALU RUMIT. Biarkan saja semuanya tertampung dalam hati, yang kemudian mengendap, yang lama-lama tenggelam atau mungkin cinta saya yang akan mati terendap dan tenggelam.
Biarkan saja saya menangis sendirian pada sepanjang Rabu malam ini.
No comments:
Post a Comment