Friday, April 26, 2013

Firasat Maya

Bolehkah saya memulai tulisan ini dengan sebuah tanda tanya? atau terlalu keberatan bagi seoarang pemilik bahasa yang baik? atau mungkin terlalu dini bagi seorang penjawab?

---||---

Apa arti seorang aku dihidupmu? adakah sebuah kata berkandung seribu lebih makna di dalamnya? ataukah hanya sebuah kata tak terstruktur? Ah, saya capek bertanya, bagaimana kalau saya bercerita saja.

Oh iya, saya sekarang punya hobi baru. Saya punya hobi menakut-nakuti diri sendiri. Dan alangkah hebatnya, saya berhasil, saya menangis ketakutan, saya mengamuk, saya mencabik hati saya sendiri, saya hebat bukan?

Entah sejak kapan saya memberantaki perasaan saya sendiri. Ada banyak cabang pada opsi-opsi yang bergantian cepat setiap waktunya. Saya benci situasi ini. Saya merasa seperti orang yang beraneka mood. Ada bisikan yang sering melintas tentang kamu, tentang sesuatu yang meremukkan hati saya, tentang air mata yang tak terarah sumbernya. Dan itu semua bertitik dari saya sendiri.

Hmmm, bolehkah jika saya katakan saya sedang cemburu? minimal cemburu pada hal apa saja yang membuat kamu bahagia selain saya, saya cemburu pada waktumu, kenapa dia lebih diberi kesempatan menemani?. Kadang saya cemburu pada jejak kisahmu kemarin meski hanya terlihat dan terdengar  samar-samar. Dan terkadang saya menujukan cemburu saya pada hal-hal yang saya sendiripun kurang mengerti alur ceritanya. Saya cemburu, saya cemburu, dan saya benci ini.

---||---

Langit membiru, awan awan bersusun membentuk sebuah lengkung murung. Burung-burung kecil berkicau riang seperti menertawakan saya yang dikuasai oleh firasat maya yang memilukan. Saya malu pada mereka, pada kekuatan, malu pada kamu.

---||---

Saya takut kehilangan kamu, saya takut kamu menemukan kisah baru, atau mungkin kau pulang ke kisah kemarin, saya takut kau tinggalkan sendiri, saya takuuuuuuuuuuuuut......

Lalu bisakah kau bantu saya? bebaskan saya dari perasaan buruk ini, kecup kening saya dan katakan semua baik-baik saja, katakan kau takkan pergi, katakan kau hanya mencintai saya, katakan kau takkan terpengaruh pada kisah lain sekalipun itu kisah kau dan dia di masa lalu, katakan kau bahagia denganku. Bantu saya, bantu saya menata ulang perasaan saya, bantu saya percaya pada kebenaran, bantu saya melihat sesuatu yang nyata, bantu sayaaaaaaaa....


---||---

Ketidakwarasan ini membuat saya tanya bertanya pada detak dan detik. Bukankah semua ini kesalahan cemburu? ataukah hanya karena saya yang terlalu rindu?

No comments:

Post a Comment