Monday, April 1, 2013

Rindu Tak Berjudul

Kali ini sama. Masih dengan cerita di depan layar monitor, masih bersama lagu-lagu lembut penyayup mata, masih bersama segelas teh hangat yang tak terlalu manis.

Maaf, saya mohon izin menjadikan kamu ide pokok pada coretan-coretan saya kali ini. Maaf yang kedua kali, malam ini saya mencuri kamu ketika kamu tidur, untuk sebentar menemani saya bermain pada sela-sela malam menuju pagi, bermain pada rindu yang sudah terlalu lama menumpuk menjadi tangga-tangga mimpi yang terlalu panjang. Biarkan saya menghapus rindu jangka panjang dalam akrab dan lelap, biarkan kita saling sapa-menyapa, saling memeluk erat, dan biarkan saja saya menangis lantang ketika anda menarik diri saat terbangun.

----||----

Haaaaaaaaaaaaaaaah, menarik nafas panjang tak dapat menyurutkan rasa rindu yang berkuasa setelah saya ditinggal pulang, setelah beberapa saat sebelumnya saya mengangkat dagu berbangga pada apapun yang berbentuk tunggal karena bisa berdampingan dengan kamu, tapi sekarang saya hanya bisa tertunduk rindu dengan muka pucat mengantuk menyadari kini sayapun termasuk salah satu yang berbentuk tunggal.

Peristiwa-peristiwa yang kemarin tak satupun tercecer dari jalan pikiran saya. Mereka hadir semua, mereka sedang duduk manis dan kadang berjalan bergantian berputar di otak saya, mereka bahagia, mereka abadi, mereka akan mengabadi dalam diri saya.

Kamu berhasil menguasai hati saya. Entah harus saya beri selamatkah? atau malah menjadi sebuah ketakutan bagi saya sendiri. Saya harap kamu tidak hilang kendali, saya yang jatuh atau kamu yang saya jatuhkan. Tapi saya percaya kamu imbang.

Oh iya, ada kiriman tepuk tangan spesial dari saya sendiri. Karena selain berhasil menguasai hati, kamupun berhasil membuat saya takut kehilangan. Ada getaran-getaran tidak mengenakkan ketika kamu jauh disana dan ketika saya butuh kamu disini. Ada firasat buruk tentang apa dan siapapun disekitar kamu, Oooooh shit! saya tergoncang cemas, kepada siapa harus memaki? pada jarakkah? pada benda matikah? atau pada diri saya sendiri mungkin?. Saya hanya khawatir, saya takut kehilangan kamu, saya ingin pastikan kamu baik-baik saja, saya..., saya,..saya..., saya..., aaaaaaaaaaa saya ingin selalu disamping kamu!!!!

----||----

Teh hangat ini cukup setia menenangkan saya, walaupun sebenarnya kamulah yang lebih tepat berada di posisi teh itu.

Bersama-sama kamu adalah kebersamaan terbaik, tertawa dalam keriangan, saling bertukar cerita, walaupun kadang telinga saya tidak tertuju pada apa yang kamu ceritakan tapi lebih kepada mendengarkan suaramu yang bagi saya persis nyanyian rindu, menatap mata yang biasanya hanya dapat saya saksikan di layar, mengisi rongga di jari-jarimu. Saya sangat merindukan ini :')

----||----

Saya rasa kamu cukup dewasa menyikapi apa yang saya tuturkan disini, saya memang tak pandai bermain kata untuk menyentuh hati kamu, sayapun tak pandai berumpama untuk lebih meyakinkan kamu. Tapi seperti inilah yang dapat saya sampaikan, jika memang kamu tidak bisa mengerti, atau memang tidak ingin. Tak mengapa, biarkan saja cerita ini bercerita pada kisah-kisah milik orang lain yang juga terabaikan.

Ini adalah perasaan terbaik saya. Jangan pernah membuat saya ataupun kamu berlalu.
Saya mencintai kamu.

RZ

they are us

No comments:

Post a Comment