Monday, December 3, 2012

Semacam Sok Bijak (Part 2)

1. Dendam itu manusiawi #CH
2. Jika boleh saya berimajinasi, saya dan mereka itu lukisan pelangi dan kamu coretan2 di pinggirnya #CH
3. Maka itu kamu berhak dihapus! Delete buang ke tempat sampah haha #CH
4. Banyak titik2 yang saya benci berada disekitar anda, hapus mereka atau anda yang akan saya benci! #CH
5. Berada di tengah malam ini mengingatkanku pada beberapa malam yang lalu, ya! beberapa ribu malam yang lalu #CH
6. Rindu ini menyebar kepada orang2 terkasih yg masih menamaiku di hati mereka #CH
7. Selamat tidur sekitarku, jangan lupa sisipkan doa untuk ayah dan ibu pada rentang jarak malam menuju pagi #CH
8. Kenapa kalian harus bermantan yang sama? How poor You are dear #CH
9. Dan sialnya, dia mengikuti jejak perjalanan saya, dia memungut beberapa mantan saya
10. Bahagia adalah aku dan kamu, maka dia wajib hukumnya untuk di basmi #CH
11. Ketika saya merasakan titik-titik hujan, ketika saya memejamkan mata, ketika itu saya sangat merindukan anda #CH
12. Langit menangis merindukan musim panas, aku terdiam tidak ada yang merindukan #CH
13. Sayang sama mantan pacar itu wajar #CH
14. Jangan pintai ikatan, cukup dirasakan, saya ini mencintai anda #CH
15. Langit berhentilah menangis #CH
16. Maunya dituju tapi tidak mau menuju, pria jenis apa itu? #CH
17. Cukup pilih satu. Kamu mampu memahami atau kamu selalu ditinggalkan? simple saja sih~ #CH
18. Kaya itu tidak wajib, yang wajib itu mau berusaha dan pekerja keras. It's perfect #CH
19. Mencari kecocokan dari luar itu gampang dibanding mencari kecocokan dari hati ke hati #CH
20. Penampilannya oke membuat mata kita nyaman. Isi hatinya oke membuat segalanya nyaman. Kamu pilih yang mana? #CH
21. Saya pernah singgah di beberapa hati, tapi tak banyak yang membuat saya ingin tetap berada disitu #CH
22. Saya pernah bilang kamu bisa tanpa saya, dan kamu sendiri yang membuktikannya. Benarkan? #CH
23. Bukan cita-cita kita terlalu tinggi untuk bersama, tapi waktu yang masih terlalu jauh untuk kita sampai disana #CH
24. Kesendirian itu tidak ENAK, tapi saya lebih memilih itu dari pada saya membuat anda ENEK! #CH
25. Saat anda dibuat bahagia olehnya, saya tidak sedih, tidak iri apalagi cemburu. Saya hanya bergumam "Kok dia bisa ya?" #CH
26. Ketika menjadi sasaran kesalahan yang sebenarnya bukan dari anda, cukup lambaikan tangan ke camera, gak kuaaaaaaat #CH
27. Menjelang pagi, satu persatu bintang mematikan cahayanya dan satu per-satu Tuhan mematikan makhluknya #CH
28. Sempat sedih sih saat menyadari ternyata anda lebih bahagia tanpa saya, dan lebih sedih lagi kenapa saya sempat membuat anda menangis #CH
29. Dalam malam saya berdoa, semoga matahari besok tidak menyilaukan mata anda, semoga rizki besok  tidak menyilaukan hati anda #CH
30. Mainin perempuan biar dibilang jantan? main barbie aja, perempuan juga kok #CH
31. Kamu ganteng, dan lebih ganteng lagi kalau status facebooknya diganti lajang #CH
32. Mama bilang ganteng itu perlu tapi tidak harus #CH
33. Jika suatu hari nanti kita disampaikan pada masa tua, ingat semua tentang kita, tentang masa muda, tentang masa bahagia yang sangat singkat #CH
34. Hujan menitik-nitik tanah kering, dan aku menitik-nitik kertas dengan nama yang penuh keraguan untuk kusebutkan di sini #CH
35. Anak kecil mencoret-coret gambar monyet di kertas, dan saya mencoret-coret gambar pacar anda di foto kalian. Persamaan saya dan anak kecil: sama-sama mencoret gambar monyet *eh #CH
36. Aku meminta tuk dilupakan dan aku sendiri yang menangis ketika kau berhasil melakukan itu #CH
37. Pergilah tapi jangan menghilang #CH
38. Abaikan saja aku, tapi jangan berpaling #CH
39. Melepas belum tentu ikhlas #CH
40. Berhenti melihat kebelakangmu, berhenti bermain pada masa itu, saya cemburu #CH
41. Sudah, lupakan saja ocehan saya malam ini, tidurlah, mimpikan mantanmu, silahkan #CH
42. Aku selalu mengamini semua doa baik untukmu #CH
43. Aku membiaran kalian pergi, tapi tak satupun yang ku relakan berkasih dengan orang lain, memang! memang egois #CH
44. Dimana Tuhan mengarahkan pandanganNya, disitulah aku berada #CH
45. Berhenti berjalan dibelakangku, karena aku bukan tujuanmu. Aku berjalan pada simpangku, dan kamu berjalanlah pada simpangmu #CH
46. Tak terhenyakkah kau melihat aku yang masih saja berusaha menggapai mimpi yg takkan pernah kau bangunkan dari tidurku? #CH
47. Kau membiarkanku brgantung pada harap yang semakin tinggi. Kau akan hempaskan aku kebawah atau kau biarkan aku semakin melambung menjauhimu? #CH
48. Setia dan kau boleh membutuhkanku atau berkhianat tp kau jangan pernah membutuhkanku. Kamu cukup pilih satu untuk tidak kubenci #CH
49. Waktuku ini dan waktumu nanti adalah waktu milik kita #CH
50. Kamu adalah satu dan menjadi satu-satunya  #CH

No comments:

Post a Comment