Banyak nilai tinggi yang aku temukan saat mengenalmu. Kesopanan, keramahan, kepedulian, kedewasaan dan semoga itu semua bukanlah seperti sampul buku yang menarik namun isinya jauh lebih buruk dari robekan kertas kusut.
Hey, dengar aku sebentar! Kau adalah buku yang aku cari, ceritaku ada ada di dalam dirimu, aku pernah mencari cerita indah di buku lain, dengan melihat keindahan judul, ketertarikan pada sampul tersebut, dan kecerahan warna warni dari segala macam bentuk warna yang sebagian belum pernah kulihat.
Hey, dengar aku sebentar! Kau adalah buku yang aku cari, ceritaku ada ada di dalam dirimu, aku pernah mencari cerita indah di buku lain, dengan melihat keindahan judul, ketertarikan pada sampul tersebut, dan kecerahan warna warni dari segala macam bentuk warna yang sebagian belum pernah kulihat.
Aku memilih buku buku tersebut, tanpa membaca isinya dan ternyata semua itu salah, isi tak serupa judul, cerita tak seindah sampul buku, dan bahkan kecerahan warna warni yang kulihat didepan hanya kutemui hitam, abu-abu, kelabu di dalam ceritanya.
Untuk mencari cerita indah, aku mengalihkan pandanganku pada beberapa cerpen. Meski singkat, kurasa dapat kutemukan cerita indah. Tapi aku melakukan kesalahan lagi, cerpen hanyalah sekilas cerita, yang hanya indah pada paragraf utamanya, Apalagi untuk membaca akhir cerita, sedang melanjutkan bacaanku ke paragraf kedua pun aku tak sanggup. Sepertinya aku terlalu rabun untuk membaca cerita sepahit itu.
Dan akhirnya aku berhenti membaca, aku cukup lelah, aku tidak mencari apapun hanya cerita indah, aku ingin sekali membaca cerita indah, itu saja.
Sekian, cukup lama, dan beberapa lama, aku menemukan sebuah buku, bukan aku mencari, tapi menemukan. Tapi aku mencoba untuk lebih berhati-hati.
Sampai ketika aku mempunyai keinginan untuk memberanikan diri membaca sampul bukunya, disana kulihat judul "KITA DALAM BUKU". Aku diam, aku berfikir siapa KITA? lalu kenapa KITA ada dalam buku ini? Disana tertulis buku itu punya banyak cinta untukku, aku bingung, lalu membuka lembaranya lagi, aku tersenyum dan aku mengerti
:)
Inilah alasanku, sekarang aku paham....
Untuk mencari cerita indah, aku mengalihkan pandanganku pada beberapa cerpen. Meski singkat, kurasa dapat kutemukan cerita indah. Tapi aku melakukan kesalahan lagi, cerpen hanyalah sekilas cerita, yang hanya indah pada paragraf utamanya, Apalagi untuk membaca akhir cerita, sedang melanjutkan bacaanku ke paragraf kedua pun aku tak sanggup. Sepertinya aku terlalu rabun untuk membaca cerita sepahit itu.
Dan akhirnya aku berhenti membaca, aku cukup lelah, aku tidak mencari apapun hanya cerita indah, aku ingin sekali membaca cerita indah, itu saja.
Sekian, cukup lama, dan beberapa lama, aku menemukan sebuah buku, bukan aku mencari, tapi menemukan. Tapi aku mencoba untuk lebih berhati-hati.
Sampai ketika aku mempunyai keinginan untuk memberanikan diri membaca sampul bukunya, disana kulihat judul "KITA DALAM BUKU". Aku diam, aku berfikir siapa KITA? lalu kenapa KITA ada dalam buku ini? Disana tertulis buku itu punya banyak cinta untukku, aku bingung, lalu membuka lembaranya lagi, aku tersenyum dan aku mengerti
:)
Inilah alasanku, sekarang aku paham....
No comments:
Post a Comment