Malam menjelang awal pagi, antara dingin menjelang sangat
dingin, antara cerah menuju sendu, antara nyanyian samar-samar dan nyaringnya
pekikan rindu saya, antara kamu dan apa yang saya tulis.
Tema saya kali ini adalah tentang “kamu, ada, saya dan
tiada”. Well..
-----||-----
Adakah saya,
sesekali hadir pada khayalan-khayalan sebelum kamu tidur, khayalan tentang masa
akan datang, tentang masa depan, tentang sebuah kerukunan?
Adakah saya, termasuk dalam mimpi-mimpi di kala kamu tidur? dimana pada saat itu kamu
berbaring di pundak saya, dan mengadukan kekesalanmu?
Adakah saya, berada pada tujuan hidupmu? Menjadikan saya
penghuni dan teman hidup, satu atap denganmu?
Adakah saya, yang hadir dalam bayang-bayang samar ketika silau matahari pagi membangunkan tidurmu?
Adakah saya, yang kadang-kadang menjadi sesuatu yang sangat
kamu rindukan? Kemudian memandang gambar saya, sesekali mendengar rekaman suara
saya?
Adakah saya, yang termasuk dalam barisan doamu? “Semoga kamu
jodoh saya, semoga Allah mengkhendaki”
Adakah saya, menjadi sesuatu yang kau pertahankan? Karena
cinta tulus, demi cinta yang tulus?
Adakah saya, pernah menjadi problem dimana terkadang membuatmu
kesal? Namun 5 menit berikut, kamu merindukan saya kembali?
Adakah saya, dalam salah satu alasan kenapa sampai saat
ini kamu setia? (“saya ingat kamu, saya mencintai kamu”)
Adakah saya, sesekali termasuk dalam imajinasimu, (*pada saat itu kamu sedang membelai lembut dahi saya?* “saya begitu mencintai
kamu”)
Dan adakah saya, termasuk dalam salah satu diantaranya? Bukan dalam
tulisan, tapi dalam kenyataan?
Ada dan tiada saya dalam jawabanmu, akan menjadi puji
maupun renungan untuk saya sendiri. Dan jawaban
saya apabila kamu balik bertanya adalah, “selalu”
i think you like writing
ReplyDelete