Seperti biasa. Kisah sedih (lagi). Tentang tokoh, alur, dan suasana yang sama. Tapi kepada watak, dan waktu yang berbeda.
Ini sebenarnya bukan cerita, tapi lebih kepada sebuah bentuk pengaduan dari seorang penyendiri, dari seorang penangis, dari seorang yang hatinya terpatahkan, dari seoarang bernama "saya".
Cinta yang sempat gagal, kisah yang tak seindah saat sebelum kita menggagalkan cinta sebelumnya, kisah yang tak dapat kita kembalikan lagi unsur-unsur pemanisnya, yang berujung datar, yang akhirnya hambar.
Rasa jenuh mungkin lebih berkuasa di diri kamu saat ini dibanding rasa ingin mempertahankan saya, rasa ingin terus selalu bersama saya, rasa rindu kepada saya, dan terlebih rasa cinta kita pada kisah yang seharusnya bisa sedikit dipermanis.
What do you know? saya butuh kamu, saat kamu meminta saya menutup telepon pada tiap-tiap kali rindu menggugah hati saya untuk mendengar sedikit tawamu. Saya butuh kamu, saat saya menangis pada dentang jam 11 malam. Saya butuh kamu, saat banyak sekali hal di dunia ini melukai hati saya meski kamu termasuk kedalam salah satunya.
Lalu kepada siapa pengaduan ini ditujukan? entahlah, capek!
No comments:
Post a Comment