Saya sebut hari kemarin hari penuh kisah tangis, setelah siang hari saya menangis menyaksikan film tentang kisah cinta orang lain, dan malamnya saya menangis menyaksikan kisah cinta saya sendiri.
-----||-----
Yang sudah lama saya bangun dan susun kembali, yang sudah lama saya buat untuk hidup dan menyala kembali, yang sudah lama saya melupakan peristiwa kehancuran. Dan tadi malam kamu mengingatkan saya pada rasa itu, hancur! berantakan! redup dan mungkin akan segera mati.
Ini bukan kamu, ini bukan kamu. Saya berusaha menahan air mata yang sesekali tertangkap jelas oleh lampu-lampu jalan. Kenapa malam itu begitu sendu, kenapa malam itu begitu kelabu, kenapa pada malam itu membuat kamu terasa sangat jauh?
-----||-----
Saya tidak tau entah dari segi mana saya dinilai begitu kurang ajar, dinilai bermain dibelakang kamu, apa dari kondisi saya yang memang
Pesan singkat itu, menyatakan apa yang sama sekali tak mau saya dapatkan dari kamu, tulisan yang paling saya takuti, yang paling saya..... ahhhhhhhhhhhhh damn!
Jadi hanya segitu kekuatan kamu dalam mempertahankan saya? hanya sampai statement yang kamu ciptakan sendiri? segitu sajakah sampai dengan mudahnya untuk mengakhiri saya dan kisah yang selama ini kita ciptakan sama-sama? Luar biasa! Jika kamu bisa menilai saya sesuka hati kamu, jadi saya juga boleh menilai kamu sesuka hati saya, iya? begitukah? apa saya juga jahat? :)
Biarkan saja cerita ini menggantung tak berujung, sampai hati sang penulis kembali hangat, sampai semuanya kembali menghangatkan. Kapan? entahlah.
No comments:
Post a Comment