Aku sejenak tertunduk, aku teringat mereka, aku teringat papa dan mama. Aku tidak mampu berandai tentang ini, aku berusaha melawan, tapi logika mengejar kepada hal ini. Pertanyaan-pertanyaan yang memang tidak mampu kujawab. Bagaimana seandainya mereka, mama dan papa menutup hidupnya? layaknya senja menutup hari persis apa yang telah kulihat senja ini. Sedangkan aku tidak pernah membuat mereka bahagia, membuat mereka bangga? Aku semakin tertunduk, teringat pesan-pesan yang pernah mereka titipkan, aku teringat kata-kata mereka tentang harapan-harapan yang mereka gantungkan padaku, aku teringat tentang usaha-usaha yang mereka lakukan. Demi siapa? Demi putri mereka yang terkadang menyakiti mereka, membuat mereka diam meski dalam hati mereka sedang meraung menangis menahan kesal.
Mama dan papa, maafkan aku.. aku tidak bisa membuat mama dan papa melihatku berdiri di depan orang banyak karena prestasiku, aku tidak bisa membuat kalian memeluk dan menciumku depan orang banyak karena rasa bangga yang teramat, mama dan papa... aku tidak lebih dari anak yang serba kekurangan meski sebenarnya apa yang kalian berikan lebih dari cukup.
Mama dan papa, aku minta maaf...
Aku belum bisa atau sering tidak bisa mengerti keadaan, tidak bisa melihat bagaimana sebenarnya perjuangan kalian, bagaimana ternyata kalian sangat mencintai aku.
Mama dan papa, mungkin kesalahan-kesalahanku tidak cukup dituliskan satu-persatu disini, mungkin tetesan-tetesan air mata inipun tak kan pernah sebanding dengan tetesan-tetesan keringat kalian dalam menghidupiku, dalam membahagiakanku, dalam tekat untuk selalu membuatku tersenyum.
Mama dan papa, aku memang tak pandai memainkan kata untuk membuat kalian percaya dan yakin. Mungkin kata kiasku lebih seperti kata-kata rancu, tapi percayalah, air mata kering ini adalah saksi bagaimana aku menulis dengan hati, bagaimana aku sangat mencintai kalian, mama dan papa...
![]() |
| ILYSM Daddy and Mom |

No comments:
Post a Comment